Wednesday, July 18, 2012

Jangan, Jangan, Jangan Pernah… Menyerah…

Pada tahun 1880-an, beberapa insinyur terbaik didunia dihubungi untuk memberikan pendapat mereka tentang kemungkinan membangun rel KA melalui pegunungan Andes. Satu demi satu, kelompok-kelompok insinyur diberi presentasi beragam rute yang mungkin. Satu demi satu mereka melaporkan bahwa pekerjaan itu tidak dapat dilakukan. Akhirnya, sebagai upaya terakhir, seorang insiyur Polandia bernama Ernest Malinowski ditawari. 

Malinowski memiliki reputasi yang sangat besar, namun pada tahun itu, ia sudah berusia enapuluh tahun. 

Malinowski tidak hanya meyakinkan perwakilan Negara-negara yang berpartisipasi, bahwa pekerjaan itu dapat dilakukan, namun juga bahwa ia adalah orang yang tepat untuk melakukannya. Dan demikianlah, pada awal dekade ke tujuhnya, ia mulai mengawasi pembangunan jalan raya tertinggi didunia itu. 

Rel KA itu dibangun melewati andes, melewati enampuluh dua terowongan, dan menyebarangi tigapuluh jembatan. Salah satu terowongan panjangnya 4.000 kaki dan terletak 15.000 kaki diatas permukaan laut.

Beberapa revolusi menangguhkan pembangunan itu dua kali. Dan sekali, Malinowski harus melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya ke Peru. Kendati terdapat banyak rintangan, pembangunan itu akhirnya selesai dan dianggap sebagai salah satu keajaiban besar rekayasa teknik dunia. 

Rintangan dimaksudkan untuk diatasi. 

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah dating waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9).  

Sumber: Buku Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin

2 comments: