Thursday, July 19, 2012

Setiap pekerjaan adalah gambaran diri pribadi yang melakukannya. Catatlah prestasi anda dengan gemilang.


Lama berselang, sekelompok pengamen hidup dinegeri yang jauh. Mereka berkelana dari satu kota ke kota yang lain, memyanyi dan memainkan music dengan harapan untuk memperoleh nafkah. Namun demikian, secara finansial mereka kurang berhasil. 

Zaman itu sangat sulit dan orang-orang awam tidak memiliki uang untuk dipakai menonton konser, sekalipun bayarannya sangat rendah. Kelompok itu berkumpul pada suatu malam untuk membicarakan kondisi mereka yang menyedihkan. “aku lihat agaknya malam ini kita tidak perlu tampil”. Kata yang seorang “ diluar salju sedang turun dan tidak seorangpun akan pergi keluar rumah pada malam sedingin ini”. Yang lainnya berkata, “aku setuju, kemarin malam penontonnya sangat sedikit, agaknya malam ini akan lebih sedikit lagi”. 

Pemimpin rombongan menanggapi, “aku tahu kalian semua patah semangat, aku juga begitu, tetapi kita punya tanggung jawab untuk mereka yang mungkin akan datang. Kita tetap manggung, dan kita akan memberikan yang terbaik yang kita mampu. Bukan kesalahan mereka bahwa orang-orang lain tidak mau menonton. Mereka tidak boleh dihukum dengan penampilan kita yang kurang baik”. 

Setelah dikuatkan oleh perkataan itu, para pengamen itu menyuguhkan pertunjukan yang terbaik. Setelah pementasan selesai, si pemimpin memanggil anak buahnya lagi. Ditangannya ada sebuah catatan kecil yang diserahkan kepadanya oleh salah seorang penonton sebelum pintu ditutup. Dan dengan perlahan-lahan pria itu membaca, “ terimakasih atas pementasan yang begitu indah”. Catatan itu ditandatangani, “Rajamu”.

“Maka Daniel ini melebihi Para Pejabat Tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai Roh yang luar biasa”. (Daniel 6:3). 

Sumber: Buku Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pelajar

1 comment: